Sabtu, 17 Maret 2012

KEUNTUNGAN CAKRA WALA BERFIKIR

Apakah adab ketimuran kita lebih baik dari adab barat, so semua akan mengatakan apa yang diyakininya, lingkungannya, dan adat setempat yang dipegang teguh. Semua mengatakan baik. Tidak ada patokan yang jelas, dan dari mana kaca mata memandang. Ada yang bosan dengan adab yang dipegang teguh, dengan melihat adab lain lebih ideal, terbuka, dan sebagainya.

Beragam warna dan cara orang menyakini dan mengunkapkan semua. Semua akan terpuaskan dengan suatu kondisi dimana peran keyakinan, budaya, lingkungan dan individu itu sendiri.

Mungkin bagi yang senang berselancar menggunakan Facebook, akan terlihat aneka warna komentar adab yang dipegang teguh penggunanya, mulai dari komentar tertutup hingga blak-blakan. Itulah fitrah manusia yang unik dan berbeda. Keunikan inilah yang cenderung kita selalu berbagi, memiliki kebersamaan hingga menyatu dalam ikatan yang lebih dalam lagi.

Ibarat bangunan pondasi kuat terletak pada arku atau tiang penyangga, demikian juga manusia pondasi kuat terletak akan seberapa kuatnya keyakinan iman kita. Betapa banyak orang hilang menjadi manusia karena hal ini.

Dapat sedikit dikutip dari almarhun KH. Zainuddin MZ, banyak mayat hidup berjalan, karena tanpa dasar iman yang kuat.

Marilah kita belajar bersama sama dengan berbagai bentuk dan cara namun dengan tujuan sama.
Kalau kita menyadari lebih dalam lagi proses manusia terbentuk, dari ada hingga akhirnya tiada. Dari mana manusia berasal dan kemana manusia berakhir menutup mata. Coba kosongkan pikiran anda dan renungkan sejenak.. terus hingga mencapai proses bawah sadar, itulah sebenarnya hakiki manusia.
Kita kembali lagi ke masalah adab, kunci kita mengenali adab yang baik adalah pedoman yang telah diberikan Allah kepada mahluknya, yaitu Alquran yang dijembatani oleh hadist Nabi.

Adab diciptakan oleh manusia sendiri, dan tiap golongan mempunyai adab yang berbeda. Adab ini dapat dirubah-rubah sesuai dengan selera dan kepentingan, berbeda dengan apa yang ditetapkan/aturan Allah tidak dapat dirubah. Disini dapat dicerahkan, semua tergantung anda yang memilih, karena hidup adalah pilihan.

Seperti dijelaskan diatas menyimak aneka komentar teman kita di facebook semua didasari adab dan keyakinan masing-masing. ( Sebagai informasi berselancar menggunakan facebook agar dibayar dolar lihat caranya di sini ). Mari kita bijak memfasilitasi facebook sebagai pertukaran informasi, ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat. Ada dibeberapa kalangan diantara ustad/kyai melarang hingga mengharamkan berselancar menggunakan facebook, pelarangan itu tak disalahkan, karena banyak orang yang tak dewasa dalam menyaring informasi, ilmu dan pengetahuan, yang akan memberikan efek buruk baik bagi dirinya maupun orang lain.

Dibeberapa pondok pesantren melarang santrinya berselancar menggunakan facebook, mungkin dilihat dari kaca mata lain sangat ekstrim, namun kalau disimak, proses untuk menghafal alquran diperlukan hati dan fikiran yang bersih, sehingga fokus dan mudah menerima dan menghafal Alquran. Mungkin boleh dicoba atau pernah mengalami menghafal alquran merasa sulit sekali walau hanya satu atau dua ayat. Di sini bukannya memberi cap buruk bagi yang hobby dengan jejaring sosial facebook.

Jadilah orang dewasa yang dapat menyaring segala informasi. Bagaimana caranya ? dengan membuka wawasan cara berfikir yang sehat yang dibentengi dengan pedoman atau petunjuk Allah. Atas petunjuknya hidup ini semakin mudah, bahagia, tentram, tenang.

Sangat sedih melihat saudara saudaraku yang kurang dewasa dalam menyaring informasi, hingga terjerumus, bahkan bangga dan senang akan keburukan yang dilakukannya. Itulah orang dewasa yang tidak dewasa. Sangat disayangkan, marilah kita perbaiki kualitas hidup kita dan jangan sia-siakan hidup kita. Masih ada harapan tuk meraih mimpi dan menggapai hari esok bagi yang mau belajar dan belajar.
Itulah sebabnya dari ayat yang pertama kali diturunkan dalam surat Al-‘Alaq adalah  Iqro artinya bacalah bahwa membaca sangat penting sebagai pembuka pintu gerbang bagi samudra ilmu yang begitu luas. Bahkan dengan membaca menjadikan jembatan manusia untuk mengetahui apa yang dia tidak ketahui. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar