Kamis, 22 Maret 2012

Buat Buah Hati Tersenyum


Mempunyai momongan, hmm.. tentunya membahagiakan, setiap pasangan ingin cepat-cepat mendapatkan momongan, banyak diantara merekan rela berkorban demi mendapatkan momongan.  Setelah mempunyai momongan yang perlu diperhatikan adalah pola asuh. Usahakan buah hati kita diasuh oleh orang lain, katakanlah pembantu rumah tangga ( maaf tidak mendeskreditkan profesi yang satu ini ), namun banyak diantara mereka kurang wawasan dalam mendidik buah hati kita.

Buah hati kita bagai kertas kosong yang harus diisisi dengan pendidikan yang sesuai dengan usianya yang baik, diperkenalkan keyakinan akan Tuhan, memberikan contoh figur yang baik.

Membimbing balita adalah harus dilakukan dengan penuh hati-hati penuh rasa kasih sayang, jangan dilakukan dengan cara yang menonjolkan sifat kekuasaan, memarahi, bahkan memukul karena akan berdampak buruk terhadap perkembangan balita.

Membimbing balita harus disesuaikan dengan usianya. Balita usia 1 hingga 9 tahun masih taraf bersenang-senang, rasa ingin tahunya besar, dan senang bermain dan bercanda. Sepatutnya sebagai orang tua harus tahu hal itu, itulah dunianya.

Pola tingkah balita ada saja banyak ragamnya, lucu, menggemaskan, dan terkadang memancing emosi sesaat, orang tua harus bijak menyikapinya. 

Bagi balita bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan bagi dirinya, karena kegiatan bermain dapat mengekploirasi dirinya, tugas orang tua mengarahkan dan menjaga buah hati.

Pada dasarnya balita mudah tersenyum, namun dengan menggodanya dapat membuatnya tertawa. Seperti membuat gerakan-gerakan tertentu, menirukan suara binatang, memainkan intonasi suara, berpura pura memakan tangannya, bernyanyi, bercerita, menirukan karakter tokoh kartunnya, namun bila hal itu tidak membuatnya tersenyum dan tertawa, kelitikinya dengan lembut dan kasih sayang.

Balita yang belum lancar berbicara, seharusnya sering diajak berbicara, karena hal ini akan mempengaruhi pola komunikasi hingga ia tumbuh dewasa.

Lingkungan terutama orang tua  mempengaruhi kepribadiannya, jika sejak dini balita dibina dengan lembut dan kasih sayang, maka ia akan tumbuh penuh lembut dan kasih sayang, sebaliknya, jika dibesarkan dengan tekanan dan kekerasan akan tumbuh menjadi manusia diktator dan berperangai keras atau kasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar